Aku sudah Ikhlas

Cerita Sebelumnya..

Hadiah yang Berkesan

Sudah dua jam lebih aku menunggu di depan ruang operasi. Antara gelisah, bingung, dan ketakutan bercampur aduk di dalam hatiku. Mama dan Papa yang berada di kanan dan kiriku, terasa sangat mendesakku. Dalam desakkan keduanya, aku dapat merasakan kegelisahan mereka.

Aku bosan. Aku berdiri dan berjalan menuju Mushola. Hatiku sedikit tenang ketika aku berwudhu. Aku bergegas sholat. Sholat Sunnahku untuk Maisya. Entah apa yang mendorongku, sebanyak empat kali, aku melakukan shola dua rakaat ini.

Diakhir rakaat, aku terbayang wajah Maisya. Aku terdiam sesaat. Namun, aku langsung melanjutkan sholatku. Continue reading “Aku sudah Ikhlas”

Advertisements

Hadiah yang Berkesan

Cerita Sebelumnya..

Cerita dari Masa Lalu

“Hmm, kita bertukar kado, yuk!” aku memberi usulan. Maisya menoleh.

“Tapi kapan? Aku akan berangkat jam 10 nanti. Kata Mama, aku akan melakukan kemoterapi lagi sebelum operasi.” Maisya mengayunkan kakinya pelan. Aku berdiri.

“Nanti aja, deh. Kalau Maisya sudah sehat.” Aku memegang kedua tangan Maisya.

“Mudah-mudahan..” Maisya menatapku. Aku mengangguk.

Maisya pergi.  Maisya kuberi apa, ya? Batinku dalam hati. Aku mengambil buku prakaryaku dan mulai mencari. Hmm.., tidak ada yang sesuai. Satu buku sudah selesai kubaca. Aku menyerah pada buku itu. Continue reading “Hadiah yang Berkesan”

Menghindari Kecelakaan Transportasi

Di zaman modern kini, era globalisasi semakin berpengaruh di kehidupan manusia. Jarak yang jauh dan memakan waktu yang lama, kini semakin mudah untuk ditempuh dalam waktu yang singkat dengan biaya minim. Dulu, kominukasi sangat sulit sehingga orang-orang saling berkirim informasi dengan surat. Informasi sebulan yang lalu bisa saja baru sampai hari ini. Namun sekarang, semua masalah itu dapat terpecahkan dengan adanya teknologi yang mampu memberikan layanan pengiriman pesan dengn cepat, mudah dan hemat. Continue reading “Menghindari Kecelakaan Transportasi”

Cerita dari Masa Lalu

Cerita sebelumnya..

Rahasia yang Mulai Terungkap

“Maila juga minta maaf ya.” Kataku. Aku dan Kak Syifa memeluknya. “Maisya, aku boleh tanya tentang, ehm, peny..” kataku takut-takut.

“Penyakitku?” tanya Maisya menaikkan alisnya. Aku mengangguk pelan. “Oh. Maaf, ya. Aku tidak pernah memberitahumu.” Aku dan Kak Syifa mendengarkan dengan serius. Maisya melanjutkan,

“Sejak kecelakaan pada pertandingan itu, aku divonis oleh dokter karena suatu penyakit.” Katanya. Aku terkejut. Begitu pula Kak Syifa. Continue reading “Cerita dari Masa Lalu”

Rahasia yang Mulai Terungkap

Kejanggalan

Namaku Maila. Aku memiliki saudara kembar. Namanya Maisya. Kami memiliki banyak kesamaan fisik. Namun, karakter kami berbeda. Maisya adalah seorang perempuan yang tomboy. Ia suka olah raga. Sedangkan aku, adalah perempuan feminim. Aku menyukai hal-hal tentang cewek. Maisya itu pemberani dan pantang menyerah. Sedang aku, aku penakut dan mudah berputus asa. Kadang aku iri terhadap keberanian Maisya. Aku ingin mencontoh keberanian Maisya. Namun, aku merasa Maisya selalu menghindariku. Mungkin karena suatu hal yang aku tidak ketahui. Continue reading “Rahasia yang Mulai Terungkap”

Kecil-Kecil Hafal Al-Qur’an

Muhammad sore itu berjalan gontai dari Masjid Nurul Iman menuju rumahnya. Dengan digandeng kakaknya, Muhammad mulai menyenandungkan surat An-Nas hingga selesai. Dengan senang, ia berlari masuk ke rumah. Bocah kecil itu baru pulang dari Masjid seusai melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di Masjid. Continue reading “Kecil-Kecil Hafal Al-Qur’an”