Naskah; Sebuah Kisah

Aku ingin mengisahkan kepadamu

Kisah tentang seorang gadis

Adakah yang menanyakan? Tentang apa yang terjadi

Ingin aku bertanya, tentang arti kesedihan yang tergambar di wajahnya

 

Continue reading “Naskah; Sebuah Kisah”

Advertisements

Skenario ; Born 2 Be Jomblo (Bag 1)

Title : BORN 2 BE JOMBLO

Penulis : Adzimattinur Siregar

 

  1. TERAS RUMAH AZZIE– DAY

(Azzie, Lando, Mama Azzie, Papa Azzie)

 

Seorang perempuan usia SMA berdiri tercengang di ambang pintu rumahnya yang sederhana di sebuah kampung. Di hadapannya berdiri seorang laki-laki tampan yang tersenyum menatapnya.  Di tangan laki-laki itu ada setangkai bunga mawar merah. Continue reading “Skenario ; Born 2 Be Jomblo (Bag 1)”

Aku ingin Minta Maaf (Bag 2)

“Arg..!” aku berlari. Meninggalkan Ibu dan kedua sahabatku dalam kebingungan.

“Aku benci Ibu!!” aku berteriak. Kubanting pintu rumah. Aku berlari. Tak tahu kemana kakiku akan membawa diriku yang penuh emosi.

Aku menyetop salah satu bus mini yang berhenti di hadapanku. Tak mempedulikan suara ibu yang sedari tadi berteriak memanggilku. Aku mengusap mataku perlahan. Ibu egois.

Bus yang ku tumpangi, terasa berjalan lambat. Kebisingan orang-orang di dalam bus kota ini, tak menghiraukan lamunan kekesalanku kepada Ibu. Aku benar-benar tak mengerti. Continue reading “Aku ingin Minta Maaf (Bag 2)”

Sebuah Jawaban

Aku menenteng tasku ke sebuah ruangan. Dengan perlahan, kuketuk pintu.

Tok! Tok!

Seorang perempuan sekelasku membuka pintu. Ia terkejut mendapatiku berada di depan kelas kelompok belajar sekolah. Ia menatapku dengan tatapan sinis.

“Mau ngapain kamu?” aku menunduk. “Anak bodoh seperti kamu tidak pantas masuk kelas ini.” Kata Sally, teman sekelasku, menutup pintu. Tetap menundukkan kepala, aku membelalakkan mata. Perlahan, aku merasa air mataku jatuh ke pipiku. Aku berjalan lesu meninggalkan ruangan.

Belum jauh dari situ, seseorang memanggilku. Continue reading “Sebuah Jawaban”

Ketika Kuku Tak Berkokok

Di sebuah desa, hiduplah seekor Ayam Jago bernama Kuku. Setiap pagi, ia berkokok untuk membangunkan seisi desa. Karenanya, semua orang di desa bisa bangun pagi untuk bekerja.

Namun, ada beberapa temannya yang tidak suka bila Kuku berkokok. Mereka adalah Kudi si Kuda, Cic si Kelinci, dan Moku si Monyet.

“Huh! Si Kuku itu! Berisik banget pagi-pagi.” Kata Moku suatu hari.

“Iya. Aku kan masih ngantuk.” Kata Cica menambahkan. Kudi ikut mendengus. Continue reading “Ketika Kuku Tak Berkokok”