Skenario ; Born 2 Be Jomblo (Bag 1)

Title : BORN 2 BE JOMBLO Penulis : Adzimattinur Siregar   TERAS RUMAH AZZIE– DAY (Azzie, Lando, Mama Azzie, Papa Azzie)   Seorang perempuan usia SMA berdiri tercengang di ambang pintu rumahnya yang sederhana di sebuah kampung. Di hadapannya berdiri seorang laki-laki tampan yang tersenyum menatapnya.  Di tangan laki-laki itu ada setangkai bunga mawar merah. […]

Read More Skenario ; Born 2 Be Jomblo (Bag 1)

Aku ingin Minta Maaf (Bag 2)

“Arg..!” aku berlari. Meninggalkan Ibu dan kedua sahabatku dalam kebingungan. “Aku benci Ibu!!” aku berteriak. Kubanting pintu rumah. Aku berlari. Tak tahu kemana kakiku akan membawa diriku yang penuh emosi. Aku menyetop salah satu bus mini yang berhenti di hadapanku. Tak mempedulikan suara ibu yang sedari tadi berteriak memanggilku. Aku mengusap mataku perlahan. Ibu egois. […]

Read More Aku ingin Minta Maaf (Bag 2)

Aku ingin Minta Maaf (Bag 1)

“Aku benci Ibu!!” aku berteriak. Kubanting pintu rumah. Aku berlari. Tak tahu kemana kakiku akan membawa diriku yang penuh emosi. Aku menyetop salah satu bus mini yang berhenti di hadapanku. Tak mempedulikan suara ibu yang sedari tadi berteriak memanggilku. Aku mengusap mataku perlahan. Ibu egois. ooOoo Jum`at, 14 Juni 2013

Read More Aku ingin Minta Maaf (Bag 1)

Ucapan Kertas Biru

Surat Biru Aku menghempaskan tubuhku ke kasur hijauku. Mataku terpejam. Sedangkan bibirku mengembangkan senyuman. Seragam sekolah masih melekat di badanku. Kerudung segiempat putih yang kukenakan dengan rapi di pagi hari, telah melenceng dari tempatnya. Cardigan berwarna abu gelap merosot hingga ke lenganku. Aku terlihat sangat berantakan.

Read More Ucapan Kertas Biru

Sebuah Jawaban

Aku menenteng tasku ke sebuah ruangan. Dengan perlahan, kuketuk pintu. Tok! Tok! Seorang perempuan sekelasku membuka pintu. Ia terkejut mendapatiku berada di depan kelas kelompok belajar sekolah. Ia menatapku dengan tatapan sinis. “Mau ngapain kamu?” aku menunduk. “Anak bodoh seperti kamu tidak pantas masuk kelas ini.” Kata Sally, teman sekelasku, menutup pintu. Tetap menundukkan kepala, […]

Read More Sebuah Jawaban

Ketika Kuku Tak Berkokok

Di sebuah desa, hiduplah seekor Ayam Jago bernama Kuku. Setiap pagi, ia berkokok untuk membangunkan seisi desa. Karenanya, semua orang di desa bisa bangun pagi untuk bekerja. Namun, ada beberapa temannya yang tidak suka bila Kuku berkokok. Mereka adalah Kudi si Kuda, Cic si Kelinci, dan Moku si Monyet. “Huh! Si Kuku itu! Berisik banget […]

Read More Ketika Kuku Tak Berkokok

Buat Apa, ya?

Hari ini, Vera ditugaskan untuk membuat tulisan. Apa pun bentuknya. Bisa cerpen, diary, artikel, puisi, dan lain-lain.  Tugas ini dikumpulkan minggu depan. Anak-anak mulai berdikusi ketika jam istirahat selesai. Termasuk Vera, Putri, dan Syifa. Mereka berdiskusi di kantin. Sambil sesekali menyeruput es teh manis, Vera berkata, “Kalian mau membuat apa?” Tanya Vera. Putri dan Syifa […]

Read More Buat Apa, ya?

Aku sudah Ikhlas

Cerita Sebelumnya.. Hadiah yang Berkesan Sudah dua jam lebih aku menunggu di depan ruang operasi. Antara gelisah, bingung, dan ketakutan bercampur aduk di dalam hatiku. Mama dan Papa yang berada di kanan dan kiriku, terasa sangat mendesakku. Dalam desakkan keduanya, aku dapat merasakan kegelisahan mereka. Aku bosan. Aku berdiri dan berjalan menuju Mushola. Hatiku sedikit […]

Read More Aku sudah Ikhlas

Hadiah yang Berkesan

Cerita Sebelumnya.. Cerita dari Masa Lalu “Hmm, kita bertukar kado, yuk!” aku memberi usulan. Maisya menoleh. “Tapi kapan? Aku akan berangkat jam 10 nanti. Kata Mama, aku akan melakukan kemoterapi lagi sebelum operasi.” Maisya mengayunkan kakinya pelan. Aku berdiri. “Nanti aja, deh. Kalau Maisya sudah sehat.” Aku memegang kedua tangan Maisya. “Mudah-mudahan..” Maisya menatapku. Aku […]

Read More Hadiah yang Berkesan

Cerita dari Masa Lalu

Cerita sebelumnya.. Rahasia yang Mulai Terungkap “Maila juga minta maaf ya.” Kataku. Aku dan Kak Syifa memeluknya. “Maisya, aku boleh tanya tentang, ehm, peny..” kataku takut-takut. “Penyakitku?” tanya Maisya menaikkan alisnya. Aku mengangguk pelan. “Oh. Maaf, ya. Aku tidak pernah memberitahumu.” Aku dan Kak Syifa mendengarkan dengan serius. Maisya melanjutkan, “Sejak kecelakaan pada pertandingan itu, […]

Read More Cerita dari Masa Lalu