MERAYAKAN TAHUN BARU MASEHI. Sejarahnya?

Tahun baru sudah dekat. Pastinya bakal banyak banget orang-orang yang berjualan atribut-atribut tahun baru. Terompet, petasan, kembang api, topi kerucut, dan banyak lagi yang lainnya. Dari kualitas dan harga murah sampai yang harganya selangit. Mulai dari anak kecil sampai orang dewasa berbondong-bondong membeli mainan-mainan untuk malam tahun baru.

Tapi sebenarnya, mereka tahu nggak, ya, hukumnya merayakan tahun baru dalam Islam? Tahu nggak, ya, kenapa dan bagaimana tahun baru itu dirayakan? Continue reading “MERAYAKAN TAHUN BARU MASEHI. Sejarahnya?”

Advertisements

Menjadikan Hidup lebih Sehat

Bissmillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Innalhamdalillah nahmaduhu wa nasta’inuhu wa nastaghfiruhu. Wa na’udzhubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa, man yahdihillahu falaa mudhillalahu wa man yudhlilhu falaa haadiyalahu. Wa asyhadu an laailaahaillahu wahdahu laa syarikalahu. Wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu. Continue reading “Menjadikan Hidup lebih Sehat”

Bahagia Kita yang Rasa

Ini bukan judul lagu. Tapi jawaban tentang komentar-komentar mengenai hidup baruku. Sejak bayi, aku terbiasa berkelana. Aku lahir di Surabaya, bersekolah Taman Kanak-kanan di Magelang, bersekolah di SDIT di Bogor, dan melanjutkan SMP di Pesantren. Dan masa SMA-ku kini, aku kembali terdampar dan menjadi santri lagi. Sesudahnya aku masih memikirkan. Apakah aku akan melanjutkan ke Perguruan Tinggi Agama atau yang lain. Kita lihat saja nanti. Continue reading “Bahagia Kita yang Rasa”

Ibuku, Ayah Baruku, dan Ibu Baruku

Ibuku, aku menyebutnya Umiku. Tak usah kusebut namanya, karena kalian sudah mengenalnya. Dia adalah istri ayahku, sebelum ayahku meninggal dunia. Setelah ayahku meninggal dan ibuku menjalani masa iddah dengan sempurna, maka sebenarnya status mereka sudah bukan suami dan istri lagi.

Ayahku sangat menyayangi ibuku. Tapi ternyata ibuku menikah lagi. Hal ini mengingatkanku pada sepenggal kisah yang pernah kubaca. Continue reading “Ibuku, Ayah Baruku, dan Ibu Baruku”

Keluarga Baruku

Aku tidak tahu, mengapa aku merasa perlu menuliskannya dalam catatan harianku ini. Mungkin karena aku menganggapnya penting. Semua yang kuanggap penting selalu kutuliskan agar bisa menandai momen-momen terpenting dalam perjalanan hidupku. Mungkin saja suatu saat aku bisa belajar banyak tentang kehidupan dari catatanku ini.

Keluarga baruku. Aku menyebutnya sebagai keluarga besarku. Bukan keluarga besar dengan makna keturunan kakekku dari jalur ibu atau ayahku. Tetapi ini keluarga inti dengan makna yang baru. Continue reading “Keluarga Baruku”

Diary; Perjalanan yang Tak Terlupakan

Parung. Sebuah tempat yang kini telah menjadi tempat menimba ilmu bagi santri Pesantren Media. Tepatnya di Kampung Sawah Tajur, Desa Pemagarsari. Dan tahun ini, Pesantren Media telah resmi meninggalkan tempat yang lama, dan memulai lagi lembaran yang baru di tempat yang baru. Semoga, dengan tempat kami yang baru ini, kami mampu belajar dan beramal dengan lebih baik. Continue reading “Diary; Perjalanan yang Tak Terlupakan”