Posted in diary, Karya Santri, Opini

Apa yang salah dengan kita?

Apa yang salah dengan kita?

 

Sesungguhnya Allah Ta’alaa telah memberikan segalanya yang terbaik bagi kita. Kita sebagai manusia seharusnya bisa melihat tanda-tanda kasih sayang Allah dengan kelebihan akal kita. Namun apalah artinya akademik suatu Negara yang boleh dianggap ‘cemerlang’, tetapi tidak mampu mengambil maksud dari pesan Yang Maha Penyayang.

Continue reading “Apa yang salah dengan kita?”

Advertisements
Posted in diary, Karya Santri, Opini

Perahu Perubahan

Entah apa lagi yang bisa dikatakan untuk mewakili keresahan hati dalam menanggapi betapa menyedihkanya kabar-kabar yang hinggap dengan kelam di teras pemikiran diri. Ketika kabar itu disampaikan kepada pabrik pencerna informasi, maka terbitlah sebuah judul, “Miris, Ibu Pertiwi Menangis Lagi”. Judul tersebut terasa sangat pas untuk menggambarkan peristiwa memilukan tak tahu diri yang terjadi kemarin belum lama. Sangat pantas dikatakan kurang ajar kepada seorang jahiliyah yang mengenyahkan pahlawannya hina.

Continue reading “Perahu Perubahan”

Posted in Opini

Mengenai Simpul (Bag 2)

Setelah sebelumnya membuka simpul yang pertama tentang penciptaan, maka tidak akan sulit untuk membuka simpul-simpul selanjutnya. Ketika menemukan jawaban yang tepat dalam menjawab pertanyaan pertama, maka jalan hidup setelahnya bisa dipastikan adalah jalan hidup yang benar. Simpul pertama yang harus diselesaikan akhirnya terbuka dan terlihat jawabannya. Dari mana manusia, alam semesta, dan kehidupan ini berasal? Continue reading “Mengenai Simpul (Bag 2)”

Posted in Opini

Mengenai Simpul (Bag 1)

Setiap manusia secara fitrahnya memiliki pertanyaan besar dalam hidupnya. Dan pertanyaan ini akan menentukan jalan hidup orang itu. Dari mana kita berasal? Pertanyaan pertama adalah tentang penciptaan. Dari mana kita berasal? Manusia, alam semesta, dan kehidupan pastilah memiliki awalan. Tidak serta-merta muncul da nada begitu saja. Tentu saja ada permulaannya. Sekarang pertanyaannya, di manakah permulaan itu?

Segala sesuatu pasti ada asal-muasalnya. Dengan adanya jejak kaki, maka pasti ada kaki yang menapakkan sebelumnya. Kita lahir dari kedua orangtua kita. Maka dari mana orangtua-orangtua sebelumnya berasal? Maka akan sampai pada manusia yang pertama. lalu dari manakah manusia pertama itu berasal?

Setelah perenungan dari fakta-fakta yang ada, juga dari dalil-dalil yang pasti, maka terbacalah konsep Sang Pencipta. Siapakah Sang Pencipta itu? Yang hanya Dia-lah yang paling berkuasa dan tidak ada yang menandingi-Nya. Maka jawabannya adalah Allah SWT. Sang Pencipta dan Penguasa dari segala sesuatu yang di kehidupan yang diciptakan-Nya. Dia-lah yang menciptakan manusia, ayah dan ibu, makhluk-makhluk lainnya, tanaman-tanaman, batu-batuan, air, benda-benda langit, dan semua yang ada di dunia ini.

Itulah apa yang bisa disimpulkan oleh akal seorang ‘saya’. Walau memang sedari kecil telah terlahir dari kedua orangtua dan keturunan yang mengimani Allah, tetapi tetap saja pada akhirnya saya menerima ke-Islaman ini bukan hanya sekedar menerima. Tetapi ada akal bisa membaca fakta-fakta tentang kebesaran Allah di dunia ini. Juga hati yang membantu merenungi secara lebih mendarah dalam jiwa.

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka..”” (QS. Ali Imran: 190-191)

 

[Fathimah NJL, Kelas 3 SMA, Pesantren Media]